Kiai Cabul pati Diputus Bebas, Warga Kecewa Berat di Jawa Tengah

MALANG Puluhan warga Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, nglurug ke gedung Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (25/5). Mereka memprotes vonis pengadilan yang memutus bebas pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadiin H Nur Hasani, atas dugaan pencabulan terhadap santriwatinya. Sehingga warga mengaku kecewa b erat dengan keputusan majelis hakim yakni Ninil Evatustina, Mochammad Arifin dan I Gusti P Saptawan.

Menurut, koordinator aksi Mahmudianto kemarin seusai ditemui Kepala PN Kepanjen A Fadlol Taman, keputusan majelis hakim itu tak adil, karena ia menilai tindakan Nur Hasani telah membuat malu warga desa. Mereka menolak Nur Hasani kembali ke desa setempat. Serta mengacam akan menutup pondok pesantren yang hanya digunakan untuk menutupi aksi maksiatnya itu.

Majelis hakim dalam keputusannya, Kepala PN Fadlol Taman menegaskan, tindak pidana pencabulan yang didakwakan kepada Nur Hasani tak cukup bukti. Sebab, seluruh alat bukti dan keterangan saksi tidak kuat untuk menjerat terdakwa. Alasan itulah, yang dijadikan dasar majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum, jelasnya.

Sebelumnya, jaksa dalam dakwaannya menilai terdakwa melakukan perbuatan cabul dengan melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 8 ayat 1 dan 2 juncto pasal 285 dan 289 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), namun UU yang akan menjerat terdakwa tidak terbukti. Sehingga dengan bukti yang tak cukup kuat, maka maelis hakim membebaskannya dari tuntutan, tegas Fadlol.

Secara terpisah, kuasa hukum terdakwa, Muhamad Muchtar, saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, bahwa keputusan hakim itu sudah tepat, karena bukti yang diajukan jaksa tak bisa mendukung perbuatan yang didakwakan. Apalagi bukti visum yang diajukan juga terlampau lama dari perbuatan yang disangkakan. Terdakwa dilaporkan ke polisi pada tahun 2008, tapi perbuatan cabul dilakukan pada 2006 lalu, terangnya.

Dalam aksi unjukrasa warga Desa Kaumrejo ini berjalan tertib, mereka membubarkan diri setelah melakukan aksinya. Sebab, puluhan aparat kepolisian menjaga ketat jalannya aksi, dengan membentuk barikade di depan pintu masuk pengadilan. Sehingga pengunjukrasa dilarang masuk ke dalam gedung pengadilan.cah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *